Latest Event Updates

Jeritan Hati

Posted on Updated on

IMG_0132

Ketika engkau telah menemukan sebuah isyarat yang akan memberimu sebuah jawaban atau sebuah jawaban dari setiap pertanyaan yang sedang engkau fikirkan maka hubungan kita harus terkorbankan. Tidak banyak yang ingin kusampaikan kepada mu untuk bisa engkau fahami sebagai dari cerita tentang waktu, dan hari-hari ku sebelum engkau memutuskan hubungan ini.

Aku memang salah, selama satu bulan aku tidak pernah menanyakan kabar mu, kurang nya bisa bersama mu, dan tidak pernah menelpon mu. Itu bukan karena aku melupakan mu atau menduakan mu, tapi karena kesibukan dalam tugas ku, Hari-hari slalu kuhabiskan untuk rapat dan diskusi demi suksenya acara besar yang lagi ku persiapkan. Jangan kan untuk menduakan mu atau menjalin hubungan dengan wanita lain, mengurus diri ku sendiri saja tidak lah sempat. Malah engkau menuduh ku telah mengkhianati hubungan ini, dan kini  engkau telah memutuskan hubungan kita demi lelaki lain yang selalu ada di saat aku tidak bisa ada untuk mu. Mungkin dia yang bisa melakukan apapun melebihi dari apa yang telah aku lakukan dan dari apa yang belum aku lakukan dan aku berikan untukmu. dan orang itu jauh lebih bisa membuat hari-harimu tersenyum di banding aku yang hanya bisa menjadi beban bagi cerita tentang hari-hari mu.

Namun ada satu hal yang harus engkau ketahui dengan baik adalah , bahwa aku tidak pernah membenci mu walau engkau lebih memilih dia dari pada aku. Dan disini tidak ada lagi yang bisa aku lakukan dan aku katakan, tentang kamu, dan segalanya tentang hari-harimu kecuali berdoa seperti apa yang selalu kulakukan dulu untuk mu agar engkau selalu ceria, bahagia dan tersenyum dengan kehidupan mu yang baru. Baca entri selengkapnya »

Aceh di Era Lex Specialis (UU.No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh)

Posted on Updated on

1377017_660108620696519_672758792_nAceh… begitulah orang menyebut nya, daerah yang terletak di ujung barat pulau sumatra berkependudukan lebih kurang 4,5 juta jiwa. 13 tahun yang lalu aceh di balut dengan derita tangisan dari Anak Yatim, Janda dan orang tua yang kehilangan anak-anaknya, lebih kurang 30 tahun aceh dalam konflik yang berkepanjangan, di perparah dengan Kesenjangan dari semua sektor kehidupan “Kesejahteraan, Pendidikan, Sosial, Budaya, Adat, Ekonomi, Politik, dan Kesehatan” seakan Tanah Seurambi Mekkah mati suri, selama itu pula rakyat Aceh harus berjuang dalam mempertahankan kehidupan nya, Resmi di tanggal 15 Agustus 2005  Aceh mulai damai dari Konflik bersenjata yang lebih kurang delapan bulan setelah wilayah Aceh dilanda gempa bumi dan gelombang tsunami  yang maha dahsyat.

Pasca ditandatanganinya nota kesepahaman antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintahan Indonesia di Helsinki Sembilan tahun silam, dan sudah Delapan tahun pula Aceh mempunya Kehususan (Lex Specialis), akan tetapi kesenjangan Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tidak ada bedanya dengan Aceh di Era Lex Generalis (UU. No. 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh, UU. No. 18 Tahun 2001 Tentang Autonomi Khusus dan UU.No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah). Terakhir Undang-undang paling KeKhususan dimiliki oleh Aceh sebagai kesan dari Konflik yang berkepanjangan adalah UU. No. 11 tahun 2006. Tentang Pemerintahan Aceh. Dapat dipastikan tidak satupun wilayah di Indonesia yang memiliki Undang-undang pemerintahan sendiri seperti yang dimiliki Aceh. Pemerintah Aceh di berikan kekhususan dalam mengurus dan menata aceh di tangan pemerintah aceh sendiri untuk Kemaslahatan dan kemakmuran bagi rakyat aceh sendiri,  dan lagi-lagi Rakyat dan Generasi Aceh terkesampingkan oleh orang-orang besar yang ingin memetik keuntungan dari KeKhususan yang sangat  luas kekuasaannya dalam memimpin Aceh. Baca entri selengkapnya »

ACEH PUNGOE

Posted on Updated on

desain-cover-acehh-pungoPerang Belanda di Aceh yang meletus sejak tahun 1873 hingga awal abad XX belum berakhir. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat mengakhiri perang yang telah banyak memakan korban, baik di pihak Aceh maupun di pihak Belanda sendiri. Menjelang akhir abad XIX dan pada awal abad XX, Belanda melaksanakan suatu tindakan kekerasan melalui sebuah pasukan elit yang mereka namakan het korps marechaussee (pasukan marsose).
Pasukan ini dari serdadu-serdadu pilihan yang memiliki keberanian dan semangat tempur yang tinggi, dengan tugas untuk melacak dan mengejar para pejuang Aceh melawan Belanda ke segenap pelosok daerah Aceh. Mereka akan membunuh para pejuang Aceh yang berhasil ditemukan atau setidaknya membuang ke luar daerah Aceh.
Dengan cara kekerasan ini Belanda mengharapkan rakyat atau para pejuang akan takut dan menghentikan perlawanan Belanda. Namun apa yang terjadi ? Akibat tindakan kekerasan tersebut telah menimbulkan rasa benci dan dendam yang sangat mendalam bagi para pejuang Aceh yang bersisa, lebih-lebih bagi keluarga mereka tinggalkan, ayah, anak, menantu, sanak keluarga atau kawomnya yang telah menjadi korban keganasan pihak Belanda.
Untuk membalas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Belanda tersebut para pejuang Aceh melakukan suatu cara yang kemudian diistilahkan oleh Belanda dengan nama Atjeh Moorden atau het is een typische Atjeh Moord, Suatu pembunuhan khas Aceh yang orang Aceh sendiri menyebutnya poh kaphe (bunuh kafir). Di sini para pejuang Aceh tidak lagi melakukan peperangan secara bersama-sama atau berkelompok, tetapi secara perseorangan. Baca entri selengkapnya »

140 tahun lalu atau tepatnya pada 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang terhadap Aceh.

Posted on

pendaratan-pertama-belanda-acehSejarah kelam yang merupakan awal terjadinya kekerasan di daerah ini, bermula ketika JF Nieuwenhuijzen dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Pemerintah Belanda datang ke Aceh pada 19 Maret 1873. Ia bersama armadanya yang terdiri dari Kapal Citadel van Antwerpen diiringi kapal perang Marnix, Coehorn, dan Siak, berlabuh di pantai Cermin, Ulee Lheue, Kutaradja (sekarang Banda Aceh).
Pada 22 Maret atau empat hari sebelum maklumat perang itu dikeluarkan, Sidi Tahir, pegawai Belanda diutus ke darat untuk menyampaikan surat Nieuwenhuijzen kepada pemimpin Aceh, Sultan Alaidin Mahmudsyah. Dalam surat itu, Belanda minta Kerajaan Aceh menghentikan hubungan diplomatik dengan para konsul asing di Singapura dan menawarkan suatu perundingan baru antara Aceh dengan Belanda.
Ancaman kolonialisasi
Pada malamnya, Sidi Tahir kembali ke kapal, menghadap tuannya Nieuwenhuijzen dengan membawa surat balasan Sultan Aceh yang berisi penolakan terhadap tawaran tersebut. Surat ini merupakan intervensi langsung Belanda yang melihat Aceh sebagai satu ancaman serius bagi proses kolonialisasi di Nusantara.
Tidak puas dengan surat dari Sultan, pada 24 Maret 1873 Nieuwenhuijzen kembali mengutus Sidi Tahir dengan menulis sepucuk surat lagi kepada pemimpin Aceh, Sultan Mahmudsyah, dengan mencurahkan perasaan kecewanya serta menuduh Kerajaan Aceh sebagai tidak bersahabat dan meminta dalam waktu 24 jam setelah surat ini diterima, Sultan harus memberikan penjelasan yang benar dan memuaskan hati Gubernemen Hindia Belanda.

Bukti Ka’bah Sebagai Pusat Bumi

Posted on Updated on

http://avifaremania.wordpress.com
http://avifaremania.wordpress.com

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah.

Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Baca entri selengkapnya »

Love Story

Posted on Updated on

IMG00141-20130609-1716 (51)

Dikota ini kita pernah menyalakan cahaya cinta demi satu harapan untuk berjalan di mahligai   ridha ALLAH, Setiap malam selepas ku beribadah ku panjatkan do’a kepada yang maha kuasa agar kelak engkau menjadi wanita yang menemani ku hingga masa tua, menjadi ibu bagi anak-anak ku nanti. Tapi kini mimpi itu hanyalah sebatas kenangan yang usang ditelan oleh waktu, engkau bukan lah wanita yang terlahirkan untuk ku, orang tua mu telah menentukan jodoh yang lebih baik untuk mu.
Apapun pilihan mu, langkah mu, aku tidak pernah membenci mu, Karena cinta tidak pernah mengajari aku untuk membenci mu walau luka ini menyiksa ku disetiap saat, hanya lah do’a yang dapat ku panjatkan agar engkau bahagia dengan pilihan mu yang sekarang,

Tidak ada yang mampu menggantikan diri mu di hati ini, tak kan ada satu cahaya pun yang mampu menerangi langkah cinta ku lagi, karena cahaya yang pernah ku inginkan telah menerangi langkah lelaki lain, Bila esok ku tiada lagi di dunia ini satu hal yang harus engkau tau, Aku tidak pernah bisa meredupkan Cahaya yang pernah kita nyalakan walau nafas ini tidak berhembus lagi…

Jika melepaskan hubungan ini memang jalan terbaik , maka lepaskanlah, karna cinta itu bukan untuk saling menyakiti tetapi untuk membuat suatu kebahagiaan, Aku mencoba tersenyum dalam kesakitan dan mencoba ikhlas dari suatu kehilangan. Air mata tidak melemahkan ku , ia hanya mengalir di pipi ku untuk mengatakan bahwa aku kuat dan pasti bisa bertahan, Kamu tak seperti orang yang ku kenal dulu, Kamu berubah seiring waktu, Ku tau dengan beriringinya waktu aku pasti mulai hilang dari hati mu, ada saatnya aku berhenti mencintaimu, yaitu disaat aku mulai lelah dimana kau tak pernah melihat aku ada, disaat itu aku akan melupakan cerita cinta yang pernah kita ukir berdua….

Hanya di Blog ini ku dapat bercerita, dan hanya di depan Laptop ini ku berani menangis,
Aku gak mau terlihat cengeng di depan mereka, bukan karen ku sok kuat, tapi aku gak mau mereka  “teman-teman ku” menilai kamu yang salah dalam hubungan ini, biarlah perpisahan dan perih ini hanya aku dan Allah yang tau.
Selamat menjalani hubungan yang baru wahai masa lalu ku, semoga dia yang terbaik untuk mu..

BEM FH UNAYA Gelar Sosialisasi Politik Pemerintah Aceh

Posted on Updated on

Gambar

Banda Aceh – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM-FH) Universitas Abulyatama Aceh bekerjasama dengan Badan Kesbangpol dan linmas Aceh, menggelar Sosialisasi Kebijakan Politik Pemerintah Aceh, bertempat di Hotel Regina, kemarin (19/6/2013).

Nova Zulfikar,Ketua BEM FH Unaya menyatakan, kegiatan yang mengusung tema ‘Peran Mahasiswa Dalam Mengisi Pembangunan Aceh Pasca Penandatanganan MoU dan Lahirnya UU No. 11 Tahun 2006′ itu merupakan inisiatif dari kalangan mahasiswa Unaya yang sadar akan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari masyarakat Aceh, dalam rangka mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan UU No.11 tahun 2006 secara holistik dan integral.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kesbangpollinmas Aceh, Nasir Zalba SE. turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRA Tgk Adnan Beuransyah dan Tgk Abdullah Saleh SH, sebagai pemateri. Sementara itu , hadir sebagai pembanding akademis, Dr Syarifuddin Hasyim SH M Hum.

Sementara itu 175 orang peserta dari perwakilan seluruh BEM Universitas dan perwakilan BEM Fakultas Se-Banda Aceh dan Aceh Besar terlihat memadati ruang pertemuan tersebut. Baca entri selengkapnya »