Aceh di Era Lex Specialis (UU.No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh)

Posted on Updated on

1377017_660108620696519_672758792_nAceh… begitulah orang menyebut nya, daerah yang terletak di ujung barat pulau sumatra berkependudukan lebih kurang 4,5 juta jiwa. 13 tahun yang lalu aceh di balut dengan derita tangisan dari Anak Yatim, Janda dan orang tua yang kehilangan anak-anaknya, lebih kurang 30 tahun aceh dalam konflik yang berkepanjangan, di perparah dengan Kesenjangan dari semua sektor kehidupan “Kesejahteraan, Pendidikan, Sosial, Budaya, Adat, Ekonomi, Politik, dan Kesehatan” seakan Tanah Seurambi Mekkah mati suri, selama itu pula rakyat Aceh harus berjuang dalam mempertahankan kehidupan nya, Resmi di tanggal 15 Agustus 2005  Aceh mulai damai dari Konflik bersenjata yang lebih kurang delapan bulan setelah wilayah Aceh dilanda gempa bumi dan gelombang tsunami  yang maha dahsyat.

Pasca ditandatanganinya nota kesepahaman antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintahan Indonesia di Helsinki Sembilan tahun silam, dan sudah Delapan tahun pula Aceh mempunya Kehususan (Lex Specialis), akan tetapi kesenjangan Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tidak ada bedanya dengan Aceh di Era Lex Generalis (UU. No. 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh, UU. No. 18 Tahun 2001 Tentang Autonomi Khusus dan UU.No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah). Terakhir Undang-undang paling KeKhususan dimiliki oleh Aceh sebagai kesan dari Konflik yang berkepanjangan adalah UU. No. 11 tahun 2006. Tentang Pemerintahan Aceh. Dapat dipastikan tidak satupun wilayah di Indonesia yang memiliki Undang-undang pemerintahan sendiri seperti yang dimiliki Aceh. Pemerintah Aceh di berikan kekhususan dalam mengurus dan menata aceh di tangan pemerintah aceh sendiri untuk Kemaslahatan dan kemakmuran bagi rakyat aceh sendiri,  dan lagi-lagi Rakyat dan Generasi Aceh terkesampingkan oleh orang-orang besar yang ingin memetik keuntungan dari KeKhususan yang sangat  luas kekuasaannya dalam memimpin Aceh.Disaat dulu baju kita masih kumuh dan air mata masih keruh, kita bagaikan satu darah satu ayah dan satu ibu. akan tetapi warna itu telah berubah dengan adanya Lex Specialis Kekhususan aceh, Perpecahan kearifan dan kesenjangan Sosial semakin terasa di tanah Rencong, antara suku dengan suku, kelompok dangan kelompok. Ataupun ini hanyalah rancangan orang-orang besar yang ingin memecahkan dan mengambil keuntungan di tanah Aceh, Entahlah siapakah yang harus kita salahkan di saat keadaan seperti ini, dan entah juga dari mana kita harus memulai untuk memperbaikinya demi keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan Aceh. Sudah sepatutnya Rakyat Aceh bersatu untuk mempersiapkan diri guna membangun daerahnya. “Mengawasi dan mengontrol setiap kebijakan-kebijakan pemerintah serta berkontribusi penuh melalui ide dan konsep, maupun tindakan-tindakan lain yang bersifat konstruktif, dalam rangka mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan UU No.11 tahun 2006 secara holistik dan integral.

Harapan dari kita semua Semoga Pemerintah Aceh  Bukan hanya menjadi pemerintah bagi kelompok saja, serta pemerintah aceh dapat Merialisasikan UUPA dari semua sektor serta menciptakan program-program yang bersentuhan langsung kepada masyarakat, tidak hanya membuat pencitraan untuk mendapatkan dukungan rakyat. jangan sampai Lex Specialis aceh Cuma menjadi Namanya saja, dan semoga rakyat aceh dapat membentuk kesepahaman dan komitmen dalam menjaga perdamaian sekaligus menjadi jembatan penghubung antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh saat ini, sehingga setiap butir-butir  yang telah dituangkan dalam kesepakatan damai (MoU) dan UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dapat sepenuhnya direalisasikan untuk kepentingan seluruh masyarakat Aceh, bukan kepentingan diri sendiri dan orang terdekatnya”

” Salam Hormat dari Generasi bansa Aceh”
Demisioner Badan Eksekutif  Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Abulyatama Aceh :
Nova Zulfikar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s