Latest Event Updates

Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba (Monas Jakarta)

Posted on

1471841_253928001431373_762779685_nInilah Orang yang Menyumbang Emas di Puncak Api Tugu Monas.
Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia, Teuku Markam.  Orang-orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markam-lah saudagar yang dimaksud.
Itu baru segelintir sumbangan Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Sumbangsih lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.
Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia.  Baca entri selengkapnya »

Pembagian Kewenangan (Desentralisasi)

Posted on Updated on

10557_589722414401807_222164899_nA.   Latar Belakang Permasalahan
Sejarah mencatat, Aceh adalah wilayah dengan riwayat kepahlawanan dan sekaligus pengorbanan yang demikian panjang terentang. Bahkan di era kemerdekaanpun, sejumlah tokoh Aceh telah menjadi “tumbal” dalam konflik politik yang berkepanjangan di bumi Serambi Mekkah ini. Setelah Kemerdekaan Republik Indonesia pun Aceh masih dalam konflik, lebih kurang 30 tahun Aceh dalam konflik yang berkepanjangan,. Sehingga resmi ditanggal 15 Agustus 2005  Aceh mulai damai dari Konflik bersenjata yang lebih kurang delapan bulan setelah wilayah Aceh dilanda gempa bumi dan gelombang tsunami  yang maha dahsyat.

Pasca ditandatanganinya nota kesepahaman antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia di Helsinki Sembilan tahun silam. Aceh Memiliki Undang-undang paling KeKhususan sebagai kesan dari Konflik yang berkepanjangan adalah UU. No. 11 tahun 2006. Tentang Pemerintah Aceh. Dapat dipastikan tidak satupun wilayah di Indonesia yang memiliki Undang-undang pemerintahan sendiri seperti yang dimiliki Aceh. Berdasarkan Pasal 18B Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di atur oleh Undang-undang.

Baca entri selengkapnya »

Historis Perjuangan Lahirnya MoU Helsinky Dan UUPA

Posted on Updated on

IMG_0034Aceh dan Riwayat Pengorbanan yang Panjang

            Sejarah mencatat, Aceh adalah wilayah dengan riwayat kepahlawanan dan sekaligus pengorbanan yang demikian panjang terentang. Bahkan di era kemerdekaanpun, sejumlah tokoh Aceh telah menjadi “tumbal” dalam konflik politik yang berkepanjangan di bumi Serambi Mekkah ini.

Aceh memang daerah yang sarat kepentingan, oleh karenanya dijuluki “Daerah Modal”. Kepentingan atas penguasaan daerah padat modal itulah barangkali merupakan salah satu alasan yang menempatkan Aceh menjadi daerah sarat kepentingan. Itu pula sebabnya mengapa perundingan damai antara pemerintah RI dengan GAM sampai ditandatanganinya MoU damai di Helsinki sulit terwujudkan.

Secara geografis, Aceh yang terletak di ujung barat pulau sumatera dengan ibu kota Banda Aceh ini memiliki luas 57.365,57 Km2. Dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Aceh dinyatakan resmi berdiri sebagai Daerah Istimewa pada tanggal 7 Desember 1956. Pada tanggal 9 Agustus 2001, melalui UU No. 18 Tahun 2001, status istimewa berubah nama menjadi “ Daerah Otonomi Khusus Nanggroe Aceh Darussalam “. Status itu semakin diperkuat setelah lahirnya Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Sebagai daerah istimewa dan otonom, kini Provinsi Aceh terbagi menjadi 23 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih kurang 4,5 juta jiwa. Baca entri selengkapnya »

Syekh Abdur-Rauf As Singkili ~ Ulama Besar Tanah Rencong~

Posted on

lukisan-syekh-abdul-rauf-al-singkili-_120509211806-388Nama lengkapnya ‘Abdur- Rauf bin ‘Ali Al Jawi Al Fansuri As Singkili atau sering kali disebut Abdur Ra’uf As Singkel. Dia lahir pada 1024 Hijriyah atau 1615 Masehi di Singkil, Aceh.

Ayahnya adalah Syaikh Ali Fansuri yang memiliki hubungan saudara dengan Hamzah Fansuri, penyair dan ulama sufi ternama Melayu. Sang ayah pun merupakan ulama ternama Aceh. Dari sang ayah lah, pendidikan agama As Singkel bermula.

As Singkel kemudian belajar ke Barus atau Fansur, sebuah kawasan di Sumatra Utara yang menjadi pusat pembelajaran Islam bangsa Melayu dan Asia kala itu. Baru kemudian, pada usia remaja ia menuntut ilmu di Banda Aceh. Beberapa sejarawan juga menyebut Syekh sempat menjadi murid dari Hamzah Fansuri. Baca entri selengkapnya »

IKLAS & TERSENYUM

Posted on

kartun-jilbab-nikahMalam belum begitu larut, Seorang istri menunggu suaminya pulang kerja
Sambil membantu sang buah hati mengerjakan PR
Terdengar suara motor, Pertanda suaminya telah pulang
Disambut dengan penuh suka cinta, Berebut menyambut kedatangannya

 Wajahnya terlihat letih dan lelah, Sepanjang hari pekerjaan menumpuk
Bukan senyuman yang didapat, Suami itu membentak istrinya
Istrinya membalas dengan senyuman dan mencium tangan suami tercinta.

Lalu istri berkata  ‘Abi ???, sudah saya siapkan air hangat,’ kata istrinya.
Suaminya bergegas mengambil handuk,
Suaminya terheran, bentakannya dibalas dengan senyuman.
Setelah usai mandi dan sholat,  Letih dan penat telah hilang.

Suami menghampiri istrinya, Ditelinga membisikkan kata,
Bunda??… maafin abi ya..’ Tadi abi sudah membentak bunda
Istrinya menjawab dengan suara yang begitu lembut,
Sebelum engkau meminta maaf, sudah ku maafkan dari tadi wahai imam ku..

Suami istri itu saling berpandangan,
Anaknya memeluk ibundanya dari belakang, Terdengar suara tertawa riuh,
Air mata itu mengalir  Terasa damai dihati,
Ketika kita melakukan perbuatan baik tetapi dibalas dengan cacian,
Berarti kita telah memasuki gerbang maaf, ikhlas, cinta dan kasih sayang…

Maka tersenyumlah,,,,
Sebab keikhlasan adalah anugerah yang terindah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
Karena Allah menempatkan diri kita pada derajat sebagai kekasihNya.
Kemampuan kita untuk menyejukkan hati Pasangan  membuat keluarga menjadi indah.

~ “Sesungguhnya ALLAH bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. an- Nahl : 128)” ~.

Wassalam,

HUBUNGAN NEGARA DAN HUKUM

Posted on

311146_264603833580335_1674014230_n

KATA PENGANTAR

 Assalamua’laikum Wr.Wb

Syukur alhamdulillah, Teriring salam dan do’a semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita dalam menjalankan aktivitas sehari–hari, Amin. Tidak lupa selawat beriring salam kepada junjungan nabi kita Muhammad SAW yang telah memberikan makna hidup dengan penerangan bagi seluruh umat manusia. Penulisan ini merupakan sebuah makalah yang berjudul : “HUBUNGAN NEGARA DAN HUKUM

Makalah ini saya susun dengan harapan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritikan yang membangun dari berbagai pihak demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

Kepada pembaca saya ucapkan terima kasih. Wassalam

BAB I
PENDAHULUAN

              Kita tidak dapat  memisahkan hubungan negara dengan hukum, karena hukum itu sendiri lahir dari organ-organ negara, tanpa negara hukum itu pun tidak ada, dan begitu juga sebaliknya, negara juga tidak akan jalan tanpa di iringi dengan hukum, dikarenakan bahwa setiap organ negara (pemerintah) melaksanakan tugas dan kewajiban nya harus berdasarkan atas hukum atau peraturan perundang-undangan. Baca entri selengkapnya »

ATJEH DI MATA DUNIA

Posted on Updated on

Hasan di ritoRakyat Aceh dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia, sejak Proklamasi 1945, telah memperlihatkan sikap setia setiap saat terhadap NKRI. Namun sedihnya Aceh terus menerus DIFITNAH hendak memisahkan diri dari integritas keindonesiaan. Dengan tuduhan itu pula apa yang terjadi di Aceh tidak ada yang memperdulikan, pun ketika Aceh menjadi salah satu wilayah termiskin di Indonesia. Padahal pernyataan setia yang dikumandangkan para ulama – nyaris merupakan pernyataan syahadat bagi Republik ini. Tapi yang didapat rakyat Aceh tidak lebih dari teror, penindasan dan ketidakadilan sepanjang abad. Adalah Teungku Hasan Muhammad di Tiro salah satu pemimpin yang memimpin Aceh untuk melawan, melawan ketidakadilan Indonesia terhadap Aceh. Baca entri selengkapnya »